Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit
<p align="justify"><strong>Jurnal SIAR ILMUWAN TANI (JSIT)</strong>, Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram). Artikel yang dimuat pada jurnal ini meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari hasil kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS yang berhubungan dengan ilmu-ilmu pengetahuan terkait pengembangan dan pembangunan pertanian dalam arti luas (agrokomplek).</p> <p align="justify"> </p> <p><strong>FOCUS AND SCOPE</strong></p> <p align="justify">Artikel yang dimuat di JSIT meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan agrokomplek baik pada aspek budidaya, sains, dan sosial-ekonomi yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor. Adapun bidang tersebut meliputi: pembangunan manusia dan daya saing bangsa; pembangunan pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan; pengentasan kemiskinan; pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir; pengembangan ekonomi dan kewirausahaan; dan pengembangan teknologi berwawasan lingkungan.</p>Fakultas Pertanian Universitas Mataramen-USJurnal SIAR ILMUWAN TANI 2722-5488Sosialisasi Branding dan Digitalisasi UMKM Keripik Pisang dan Talas di Desa Sajang
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/240
<p>Desa Sajang Kecamatan Sembalun memiliki potensi hasil pertanian yang cukup melimpah, khususnya komoditas pisang dan talas. Pemanfaatan potensi tersebut mendorong tumbuhnya UMKM olahan pangan rumah tangga, salah satunya keripik pisang dan talas. Pengembangan UMKM di Desa Sajang masih menghadapi kendala pada aspek branding produk dan pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM keripik pisang dan talas dalam menciptakan identitas merek/branding dan menggunakan media digital untuk mempromosikan produk. Pengabdian dilakukan oleh Tim Pengabdian Universitas Mataram. Pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dengan metode penyuluhan berupa ceramah dan diskusi interaktif yang melibatkan 33 peserta dari mitra UMKM. Pemateri adalah pelaku UMKM kopi di Kecamatan Sembalun yang memiliki usaha Loka Coffee dan menjalankan usaha dengan nama perusahaan Loka Sembalun. Evaluasi terhadap keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi, ditunjukkan oleh jumlah peserta yang hadir dan keterlibatan aktif peserta dalam diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya branding dan digitalisasi untuk meningkatkan pemasaran produk. Hal ini dilihat peningkatan nilai post-tes dibandingkan pre-test sebesar 44,71% dari 65,00 pada pre-test menjadi 94,06 pada post-test. Hasil pengabdian, dalam jangka panjang, diharapkan dapat meningkatkan pemasaran produk dan pendapatan pelaku UMKM.</p>Ni Wayan Sri SuliartiniBaiq Reta DamayantiVivin OliviaDina SarlinaBaiq IsratullahIlmi AinushofaLalu Rudi Irawan WiratamaBaiq Nurlatifa RoyaniDwina Alfi RamdhanZhafran SajidMuhammad Ziban Thabrani
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-012026-06-01711710.29303/jsit.v7i1.240Optimalisasi Penanganan Panen Kopi melalui Program Pemberdayaan Petani HKm Mekarsari di Dusun Kerujuk, Lombok Utara
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/234
<p>Kopi merupakan salah satu komoditas di Dusun Kerujuk, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara yang berpotensi besar namun belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknik pemanenan dengan metode petik merah dan sortasi awal guna meningkatkan mutu biji kopi. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–September 2025 dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang terdiri dari <em>Focus Group Discussion</em> (FGD), pelatihan SOP pemanenan, pendampingan teknis di demplot percobaan, serta evaluasi kegiatan. Pelatihan menitikberatkan pada kriteria kematangan buah, teknik petik merah, dan sortasi awal di lapangan. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman petani dengan rata-rata peningkatan sebesar 50,67%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek manfaat sortasi awal sebesar 63%. Selain itu, terjadi penurunan persentase bibit cacat pada metode panen pelangi menjadi 9.4% dari rata-rata 20.6%. Setelah penerapan metode petik merah dan sortasi awal, persentase biji cacat menurun menjadi 9.4%. Pendampingan di demplot menunjukkan adanya perubahan praktik panen dari petik pelangi menuju petik merah, serta penurunan persentase biji cacat dan peningkatan keseragaman mutu fisik biji kopi menjadi 85% berwarna merah. Evaluasi menggunakan skala Likert dan wawancara menunjukkan respon mitra yang sangat positif dan menilai kegiatan ini efektif serta aplikatif. Kegiatan ini disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran petani terhadap pentingnya panen petik merah dan sortasi awal di lapangan. Namun, diperlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan adopsi teknologi dan perubahan perilaku panen secara konsisten guna meningkatkan daya saing kopi Kerujuk sebagai komoditas unggulan daerah.</p>Afifah Farida JufriNurrachmanLiana Suryaningsih B.Anjar Pranggawan AzhariNovita Hidayatun NufusAl Fajr Adriansyah
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-012026-06-017181310.29303/jsit.v7i1.234Pemberdayaan Kelompok Pembibitan Hortikultura Melalui Pembuatan Biofertilizer Kombinasi Jamur Trichoderma Dan Rizobakteri Di Desa Sabrang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/233
<p>Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember merupakan sentra pembibitan hortikultura dengan potensi sumber daya alam yang tinggi, namun pengelolaannya masih bersifat konvensional dan kurang optimal. Usaha pembibitan menghadapi kendala rendahnya kualitas bibit, serangan penyakit, serta keterbatasan teknologi dan manajemen. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pembibitan melalui penerapan biofertilizer berbasis kombinasi jamur Trichoderma dan rizobakteri lokal. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif bersama Kelompok Pembibitan Pancer Tani, kelompok tani, dan pemerintah desa melalui pendekatan PRA, persuasif, dan edukatif. Program tahun kedua difokuskan pada pelatihan pembuatan pupuk organik cair sebagai agen pemupukan dan pengendali hayati serta pendampingan manajemen usaha. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kualitas bibit, efisiensi produksi, dan kemandirian ekonomi kelompok pembibitan.</p>Meidiana PurnamasariJulian Adam RidjalIndah IbanahIndah IbanahEvita Soliha HaniRatih Apri UtamiAinun Faidah
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-032026-06-0371142210.29303/jsit.v7i1.233Peningkatan Ketahanan Rumah Subsidi melalui Deteksi Dini Serangan Rayap dan Pengawetan Kayu di Perumahan Melanesia, Lombok Barat
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/244
<p>Keterbatasan mutu material pada perumahan subsidi, khususnya komponen kayu yang berdekatan dengan tanah, menyebabkan kerentanan terhadap serangan rayap yang dapat mempercepat kerusakan bangunan dan menurunkan usia pakai rumah. Kondisi ini menimbulkan urgensi perlunya upaya pencegahan dan pengendalian rayap yang efektif, aman, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Perumahan Melanesia, Desa Bagik Polak, dalam mendeteksi dini serangan rayap serta menerapkan metode pengendalian rayap berbasis IPTEKS melalui sistem baiting (pengumpanan) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan deteksi dini, identifikasi jenis rayap, dan penerapan teknologi sistem baiting pada titik-titik rawan di sekitar bangunan. Sistem baiting diterapkan sebagai teknologi tepat guna yang memanfaatkan perilaku sosial rayap untuk menekan populasi koloni tanpa merusak struktur bangunan. Kegiatan pengabdian telah mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan serangan rayap, terpasangnya sistem baiting sebagai model pengendalian rayap pada perumahan subsidi, tersusunnya panduan praktis pengendalian rayap berbasis IPTEKS, serta rekomendasi teknis untuk peningkatan keawetan komponen kayu bangunan secara berkelanjutan.</p>Fauzan FahrussiamAndrie Ridzki PrasetyoNurul ChaeraniHassyati ShabrinaDini LestariRima Vera NingsihNiechi ValentinoEka Nurminda Dewi Mandalika
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-102026-06-1071232810.29303/jsit.v7i1.244Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Petani Melalui FGD dan Demplot Budidaya Jagung di Desa Pengembur
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/239
<p>Pengetahuan dan ketrampilan dalam budidaya jagung lahan kering, belum dimiliki oleh petani pada kelompok tani Remaja Tani di desa Pengembur, sehingga telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengetahui partisipasi petani kelompok tani Remaja Tani desa Pengembur kabupaten Lombok Tengah dalam teknologi budidaya jagung lahan kering. Pelaksanaannya, terdiri dari atas empat tahap yaitu persiapan, sosialisasi, evaluasi dan penanaman pada demplot. Metode Focus Group Discussion (FGD), digunakan pada sosialisasi. Pada saat penanaman dilakukan teknik partisipatif. Melalui FGD, disampaikan materi tentang karakteristik Sinta Unram, sistem jajar legowo dan penggunaan trichokompos, panen dan pasca panen untuk benih. Hasil pengabdian menunjukkan, bahwa FGD dan demplot terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya jagung lahan kering. Peningkatan pengetahuan paket teknologi budidaya jagung lahan kering sebesar 46,69 % dengan rata-rata nilai 5,40 sebelum pertemuan menjadi 7,80 setelah pertemuan. Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan persiapan lahan dan penanaman pada demplot budidaya jagung tergolong tinggi, sebesar 66,94 persen. Melalui kegiatan penanaman pada demplot, terjadi peningkatan keterampilan penanaman sistem jajar legowo 2:1 dan penggunaan trichokompos. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas kombinasi FGD dan demplot dalam meningkatkan kapasitas petani Kegiatan pengabdian paket teknologi budidaya jagung di lahan kering, perlu dilanjutkan pada kegiatan panen, agar petani dapat melihat langsung hasil panen dengan paket budidaya tersebut.</p>I Wayan SudikaI Wayan SutresnaDwi Ratna AnugrahwatiNi Wayan Sri SuliartiniI Gusti Putu Muliarta Aryana
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-102026-06-1071293510.29303/jsit.v7i1.239Penyuluhan Tentang Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Kopi di Desa Pringgajurang Utara Kecamatan Montong Gading Lombok Timur
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/241
<p>Dampak harga kopi semakin mahal, muncul berbagai isu dan promosi liar yang dapat menyesatkan petani kopi, seperti menanam jenis kopi populer, tanpa memperhitungkan cocok tidaknya jenis kopi tersebut dikembangkan di wilayahnya. Akibatnya banyak perkebunan kopi mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi patogen jamur H. vastatrix. Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi. Selain itu pemahaman petani tentang kesesuaian lahan untuk budidaya kopi masih kurang. Karena masalah tersebut, maka dilaksanakan kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kopi secara intensif. Hasil kegiatan ini menunjukkan, bahwa pelaksanaan penyuluhan dan pendampingan berlangsung tertib, lancar dan menyenangkan terbukti dari tingginya partisipasi dan antusiasme peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta semakin meningkat mengelola perkebunan kopinya, sehingga mereka berani mengambil keputusan tegas, bahwa kopi arabica tidak diusahakan di wilayah desa Pringgajurang Utara karena mengalami kerusakan sangat parah akibat terinfeksi jamur H. vastatrix. Penggantinya kopi robusta yang dipelihara intensif dengan memperbaiki sanitasi kebun, pemangkasan tanama kopi dengan motto: sering, sedikit dan ringan, penanaman tanaman peneduh sementara dan peneduh tetap dengan jarak tanam yang teratur, aplikasi bahan penyubur tanah dengan pupuk organik secara rutin dan pengandalian HPT secara terpadu.</p>I Ketut NgawitNi Wayan Sri SuliartiniWayan WangiyanaNihla Farida
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-112026-06-1171364510.29303/jsit.v7i1.241Teknologi Tepat Guna TAKEDAPOT dalam Rangka Penyediaan Sumber Pangan Sehat Berkelanjutan di Desa Gumantar, Lombok Utara
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/246
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi, dan demonstrasi teknologi tepat guna TAKEDAPOT, yaitu teknik tanam kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam pot, sebagai upaya mendukung penyediaan sumber pangan sehat berkelanjutan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Sasaran kegiatan adalah anggota Kelompok Tani Lembah Telaga, masyarakat rumah tangga, remaja, dan aparat Dusun Amor-Amor. TAKEDAPOT diperkenalkan sebagai teknologi budidaya yang sederhana, fleksibel, mudah diterapkan, dan sesuai untuk pemanfaatan pekarangan terbatas. Kegiatan meliputi pengenalan kelor sebagai sumber pangan sehat, penyiapan bibit, pemilihan pot, penyiapan media tanam, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pemangkasan, panen, dan penanganan awal daun hasil panen. Tanggapan peserta diamati melalui respons pertanyaan, diskusi, dan antusiasme selama praktik demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya kelor sebagai tanaman pangan keluarga dan penerapan TAKEDAPOT sebagai komponen optimalisasi pekarangan. Peserta memperoleh pengetahuan praktis tentang penyiapan pot, media tanam, penanaman bibit kelor, serta pemeliharaan tanaman untuk produksi daun secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menghasilkan bahan penyuluhan berupa panduan praktis TAKEDAPOT untuk penerapan skala rumah tangga.</p>Bambang Budi SantosoJayaputra
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-112026-06-1171465110.29303/jsit.v7i1.246Pelatihan dan Pendampingan tentang Budidaya Kakao secara Intensif di Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/242
<p>Penyebab rendahnya produktivitas kakao di dusun Lendang Mamben, desa Anyar, Bayan, Lombok Utara, adalah: Keadaan kebun sanitasi buruk, kurang terawat dan rata-rata umur tanaman sudah tua. Selain itu pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kakao masih rendah. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu: perawatan kebun intensif, melakukan pemangkasan tanaman dengan motto: sering, sedikit, dan simple, pengendalian organisme pengganggu tanaman terpadu, aplikasi pupuk organik dan peremajaan tanaman dengan sistem poliklon. Sehubungan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan program pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman kakao secara intensif. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta mengelola tanaman kakao meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasmenya yang semula rendah setelah mengikuti pelatihan dapat ditingkatkan menjadi tinggi. Pengelolaan perkebunan kakao dengan aplikasi tindak agronomi secara intensif memberikan hasil total jumlah buah gelondong per pohon signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perkebunan kakao yang dirawat seadanya dan yang tidak dirawat serta dengan sistem budidaya monoklon.</p>I Ketut NgawitNihla FaridaWayan Wangiyana
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-122026-06-1271526110.29303/jsit.v7i1.242Pelatihan Briket Arang Pelepah Aren (Arenga Pinnata Merr.) Dusun Pertanian Desa Aik Bual Kabupaten Lombok Tengah
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/245
<p>Dusun Pertanian, Desa Aik Bual, Kabupaten Lombok Tengah memiliki potensi limbah pelepah aren yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas dan sebagian besar belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pelepah aren menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan observasi partisipasi peserta. Materi pelatihan meliputi konsep energi terbarukan, pemanfaatan biomassa lokal, manfaat briket arang, serta teknik pembuatan briket mulai dari karbonisasi, penghalusan arang, pencampuran perekat, pencetakan, hingga pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan limbah pelepah aren menjadi produk energi alternatif. Masyarakat yang sebelumnya belum memahami teknologi briket arang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan serta mampu mengikuti seluruh tahapan produksi secara mandiri. Selain meningkatkan kapasitas teknis masyarakat, pelatihan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah biomassa secara berkelanjutan dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal. Berdasarkan teori Difusi Inovasi Rogers, tingginya ketertarikan peserta menunjukkan bahwa teknologi briket arang pelepah aren memiliki peluang yang baik untuk diadopsi oleh masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung kemandirian energi, pengelolaan limbah biomassa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan HKm Aik Bual.</p>Febriana Tri WulandariAluh NikmatullahSitti LatifahHayati Zakaria
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-152026-06-1571626710.29303/jsit.v7i1.245Penguatan Ekonomi Petani melalui Budidaya Sayuran Organik Berbasis Mulsa di Desa Paok Pampang, Lombok Timur
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/235
<p>Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik berbasis sistem mulsa guna mendukung peningkatan ekonomi rumah tangga sekaligus mendorong pertanian berkelanjutan; (2) memberikan pemahaman praktis mengenai teknik budidaya organik yang baik, sehat, dan ramah lingkungan; dan (3) Memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, khususnya Fakultas Pertanian Universitas Mataram dengan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengembangan masyarakat (community development) berbasis pembelajaran orang dewasa dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa (1) Terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam menerapkan budidaya sayuran organik berbasis sistem mulsa serta strategi pemasaran sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan; (2) Program ini dapat memperkuat kapasitas manajerial kelompok tani dalam mengelola dan mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan<strong>; </strong>dan (3) Terbentuknya komunikasi kolaboratif antara akademisi dan petani dalam pengembangan pertanian berbasis komunitas.</p>Muhammad YusufFadliSab’ul MasaniI Gusti Ngurah Aryawan AsasandiAmry RakhmanAeko Fria Utama FREfendy
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-182026-06-1871687610.29303/jsit.v7i1.235Pemberdayaan Anggota PKK Dusun Midang dalam Mengelola Kotoran Ternak dan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik dalam Menunjang Budidaya Sayur di Pekarangan
https://siarilmuwantani.unram.ac.id/index.php/jsit/article/view/247
<p>Pengelolaan sampah rumah tangga dan kotoran ternak menjadi pupuk organik merupakan salah satu upaya yang dapat mendukung budidaya sayuran pekarangan sekaligus mengurangi permasalahan lingkungan akibat akumulasi limbah organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Midang, Desa Midang, Kabupaten Lombok Barat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya sayuran di pekarangan rumah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan mengenai pupuk dan pemupukan, pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan sampah rumah tangga dan kotoran ternak, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, dan penilaian keterampilan menggunakan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 65 pada pre-test menjadi 88 pada post-test. Selain itu, tingkat keterampilan peserta dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk organik meningkat dari skor 2,5 menjadi 4,5 pada skala Likert. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kombinasi metode penyuluhan dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik. Kemampuan peserta dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri berpotensi mendukung budidaya sayuran pekarangan melalui peningkatan kesuburan tanah, pengurangan biaya pembelian pupuk, serta optimalisasi pemanfaatan limbah rumah tangga dan kotoran ternak.</p>Novita Hidayatun NufusAfifah Farida JufriI Gusti Nano Septian
Copyright (c) 2026 Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
2026-06-242026-06-2471778310.29303/jsit.v7i1.247