Pelatihan dan Pendampingan tentang Budidaya Kakao secara Intensif di Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB

  • I Ketut Ngawit Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram
  • Nihla Farida
  • Wayan Wangiyana Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Keywords: aplikasi, perkebunan rakyat, poliklon, produktivitas, tindak agronomi

Abstract

Penyebab rendahnya produktivitas kakao di dusun Lendang Mamben, desa Anyar, Bayan, Lombok Utara, adalah: Keadaan kebun sanitasi buruk, kurang terawat dan rata-rata umur tanaman sudah tua. Selain itu pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kakao masih rendah. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu: perawatan kebun intensif, melakukan pemangkasan tanaman dengan motto: sering, sedikit, dan simple, pengendalian organisme pengganggu tanaman terpadu, aplikasi pupuk organik dan peremajaan tanaman dengan sistem poliklon. Sehubungan dengan masalah tersebut, maka dilaksanakan program pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman kakao secara intensif. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani peserta mengelola tanaman kakao meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasmenya yang semula rendah setelah mengikuti pelatihan dapat ditingkatkan menjadi tinggi. Pengelolaan perkebunan kakao dengan aplikasi tindak agronomi secara intensif memberikan hasil total jumlah buah gelondong per pohon signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perkebunan kakao yang dirawat seadanya dan yang tidak dirawat serta dengan sistem budidaya monoklon.

Published
2026-06-12
How to Cite
I Ketut Ngawit, Nihla Farida, & Wayan Wangiyana. (2026). Pelatihan dan Pendampingan tentang Budidaya Kakao secara Intensif di Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Jurnal SIAR ILMUWAN TANI , 7(1), 52-61. https://doi.org/10.29303/jsit.v7i1.242

Most read articles by the same author(s)